, , ,

Mengenal Sifat Burung Walet

burung walet

Pada habitat aslinya burung walet ditemukan bersarang di gua-gua yang terpencil. Umumnya, gua itu di tebing-tebing yang curam dekat laut lepas. Di sekitar gua biasanya dikitari oleh hutan lebat. Walet lebih suka bila daerah itu memiliki perairan (sungai atau danau), padang rumput, dan pepohonan yang tinggi dan rimbun. Pada daerah seperti ini, banyak terdapat serangga-serangga kecil yang merupakan makanan walet. Di Indonesia, walet terdapat hampir di seluruh provinsi. Walet tidak menyukai daerah-daerah yang tandus. Walau terbangnya tinggi, walet tidak menyukai daerah dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut. Mari kita pelajari sifat-sifat burung walet lebih spesifik. Untuk artikel lanjutan dari rahasia burung walet  yang lebih membahas tentang peluang bisnis dan detailnya dapat anda baca di website kami

1. Hidup Berkelompok

Walet termasuk burung yang hidup berkelompok. Ketika pagi hari mencari makanan bersama sama dan pulang sore hari juga bersama sama. Sifat walet ini erat kaitanya dengan masalah keamanan. Diketahui bahwa burung ini lemah karena tidak memiliki senjata apapun di tubuhnya untuk mempertahankan diri dari serangan predator. Sedangkan walet selalu terbang dan tidak bisa hinggap atau bersembunyi di pepohonan. Satu satunya cara untuk melindungi dirinya dari predator adalah terbang berkelompok.  Dengan terbang cepat secara tidak beraturan dengan tujuan memecah / mengacaukan konsentrasi predator tersebut.

2. Home Behaviour

Burung walet memiliki perilaku selalu pulang dan menempati sebuah tempat tertentu. Perilaku ini disebut home behaviour. Perilaku ini berkaitan dengan tingkat memori pada otak burung walet, semakin dewasa maka akan semakin kuat tingkat memori burung walet terhadap rumahnya. Walet muda sering kali tidak pulang kerumah karena memori nya belum cukup kuat. Kegagalan ini sering disebabkan oleh tersesat di tengah jalan ketika sedang mencari makan dan akan mengikuti kelompok burung walet yang lain. Bagi burung walet muda, lokasi buruan pakan terlalu jauh akan sangat beresiko tinggi.

3. Hidup Di Daerah Tropis

Burung walet hanya hidup didaerah tropis yang memiliki curah hujan rata-rata enam bulan tiap tahun nya. Wilayah asia tenggara sangat cocok untuk hidup dan berkembang biak bagi burung walet. Burung walet tidak cocok hidup didaerah panas diatas 31 derajat celcius atau wilayah dingin dibawah 24 derajat celcius. Di indonesia, burung walet banyak berkembang didaerah bersuhu rata-rata 26-29 derajat celcius. Mulai banyak nya pabrik didaerah perkembang biakan burung walet mengakibatkan burung walet berpindah tempat karena naiknya suhu udara menjadi lebih panas.

4. Sensitif Terhadap Kondisi Lingkungan

Sifat burung walet selanjutnya adalah sensitif terhadap lingkungan. Tempat yang tenang, nyaman dan aman dari segala gangguan merupakan tempat yang disukainya. Oleh karena itu, burung walet cenderung mencari tempat yang tersembunyi dan gelap dalam bersarang dan berkembang biak. Tempat yang gelap identik dengan tempat aman dan tersembunyi.

5. Liar

Burung walet adalah burung liar. Tanda bahwa burung ini liar di antaranya ditunjukkan saat seseorang memasuki gedung, burung walet akan segera terbang dari sarangnya meskipun sedang mengerami telur-telurnya. Tidak pernah terjadi seseorang mampu menjinakkan burung ini. Burung walet mencari makan sendiri dan memilih tempat tinggal sesukanya.

6. Menyukai Tempat yang Sejuk dan Lembap

Burung walet menyukai tempat yang bersuhu sejuk dan lembap. Hal ini berkaitan dengan kemampuan produksi liur dan kualitas sarangnya. Pada musim kemarau, rata-rata produksi liur walet akan menyusut karena kondisi udara yang kering. Hal itu dapat mempengaruhi bentuk sarang burung walet sendiri, menjadi berukuran kecil dan daging sarangnya tipis sehingga mudah retak. Berbeda ketika musim hujan tiba. Pada musim hujan, produksi akan meningkat dan kualitas sarang bagus karena udara lembap.

7. Terus Menerus Membuat Sarang

Dalam budidaya walet dikenal teknik panen sarang, yaitu (1)panen tetasan, (2)panen rampasan, (3)panen buang telur dan (4)panen pilihan. Setelah di petik, walet akan kembali membuat sarang meskipun belum saatnya berkembang biak. Burung walet akan kembali membuat beberapa hari setelah sarang dipanen.

Mengetahui sifat-sifat burung walet sangat penting bagi para pelaku bisnis sarang burung walet. Semoga bermanfaat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *